Cara Beriman kepada Nabi dan Rasul Allah swt.

Halo semua, kali ini saya akan memberitahu kalian tentang cara beriman kepada nabi dan rasul. Beriman kepada rasul Allah swt. termasuk masalah ushul (pokok) iman. Oleh karena itu, seorang muslim harus mengetahui bagaimana beriman kepada rasul dengan benar,

Menurut Syekh Muhammad Ibn Saleh Al-Utsaimin, dalam kitabnya yang berjudul Syarh Salasatul Usul dijelaskan ahwa unsur-unsur keimanan kepada rasul adalah sebagai berikut.

1. Mengimani ahwa Allah swt. benar-benar mengutus para nabi dan rasul.
2. Mengimani nama-nama nabi dan rasul yang kita ketahui dan mengimani secara global nama-nama nabi dan rasul yang tidak diketahui dan tidak boleh membeda-bedakannya.
Perhatikan firman Allah sbg berikut.

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Artinya: Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Q,S, Al-Baqarah, 2:136).
cara beriman kepada nabi dan rasul allah

3. Membenarkan berita-berita yang sahih dari para nabi dan rasul.
4. Mengamalkan ajaran (syariat) nabi, dimana nabi yang diutus kepada kita merupakan penutup para nabi dan diutus untuk seluruh umat manusia.
Perhatikan firman Allah berikut.

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q.S. An-Nisaa’ 4:65).

Perhatikan firman Allah swt. berikut.
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ....
Artinya: Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (Q.S. Al-Hasyr, 59:7)